Pelanggan yang kami cintai. Salam sejahtera. Semoga kita semua ada dalam lindungan Tuhan !
COMMERCIAL
GLOBAL DATA RESEARCH (CDR)
Kami adalah sebuah lembaga Konsultan,
Survey, Riset dan Pelaporan di bidang data riset secara global, menyajikan
berbagai informasi bisnis aktual yang meliputi sektor Industri manufaktur,
pertambangan, perbankan, asuransi, studi kelayakan, dan jasa riset lainnya.
Kami hadir sebagai mitra konsultan
Anda, untuk memberikan informasi aktual yang Anda perlukan guna menentukan arah
kebijakan dalam mengembangkan perusahaan Anda.
Salah satu produk buku studi yang kami tawarkan kepada Anda adalah “BUKU STUDI TENTANG KONDISI PASAR DAN
PROSPEK INDUSTRI TEPUNG TERIGU DI INDONESIA, 2026.
Kami tawarkan Buku tersebut kepada Anda
seharga Rp.12.000.000 (Dua belas juta
rupiah), belum termasuk biaya pengiriman, membantu para pelaku bisnis pada
Industri Tepung Terigu, membantu para pengambil keputusan, membantu para
Investor, membantu pihak Perbankan atau Kreditor, dan pihak lainnya yang
terkait, dengan cara melihat peta kekuatan diantara para pesaing/partner Anda,
baik pesaing dari luar negeri maupun dalam negeri, mempelajari perkembangan ekspor
dan impor produk tepung terigu di Indonesia, mengetahui hambatan dan peluang,
mengetahui main market dari setiap perusahaan tepung terigu, mengetahui pangsa
pasar luar negeri, mengetahui susunan Direktur dan Komisaris, serta informasi
lainnya yang perlu Anda ketahui. (terlampir
contoh Profil Perusahaan).
Seberapa besar kontribusi perusahaan Anda dalam meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi pesanan dari para buyer baik lokal maupun internasional, mencermati setiap peluang yang ada, dan diharapkan dengan memiliki buku ini, perusahaan Anda menjadi lebih produktif, efisien, lebih maju dan bersaing secara sehat.
KATA
PENGANTAR
Tepung adalah partikel padat
yang berbentuk butiran halus atau sangat halus tergantung pemakaiannya.
Biasanya digunakan untuk keperluan penelitian, rumah tangga, dan
bahan baku industri. Tepung
bisa berasal dari bahan nabati,
misalnya: tepung terigu dari gandum, tapioka dari singkong, maizena dari jagung atau
hewani, misalnya: tepung tulang dan tepung ikan.
Adapun jenis tepung terdiri dari :
- Terigu adalah tepung/bubuk halus yang berasal dari biji
gandum, yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue, mie, roti, dan pasta.
Kata terigu dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Portugis: trigo -
yang berarti gandum. Tepung terigu roti mengandung protein dalam bentuk gluten, yang berperan dalam menentukan kekenyalan makanan yang
terbuat dari bahan terigu;
- Kanji dari umbi singkong
-
Maizena (jagung), dari biji jagung
-
Hunkue, pati dari kacang hijau
-
Beras
-
Ketan
-
Panir, campuran tepung untuk menggoreng, komposisi utamanya adalah tepung terigu.
Saat ini, industri tepung terigu di Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Kini tepung terigu asal Indonesia sudah masuk ke berbagai belahan dunia melalui ekspornya, seperti ke: Filipina, Singapura, dan wilayah Asia lainnya. Industri terigu nasional juga sudah mulai mengekspor ke Korea Selatan, dan ada juga yang diekspor ke Jepang dalam bentuk premix.
Total
terdapat 30 pabrik tepung terigu yang beroperasi di Indonesia, yang dikelola
oleh sekitar 15 perusahaan besar yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Tepung
Terigu Indonesia (APTINDO) serta sejumlah produsen independen. Pabrik-pabrik
ini memiliki total kapasitas giling gabungan mencapai lebih dari 14 juta metrik
ton per tahun.
Berikut adalah sebaran perusahaan dan grup produsen utama tepung terigu di Indonesia: 1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Bogasari): Produsen terigu terbesar di Indonesia dengan 4 pabrik utama yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, Tangerang, dan Cibitung. 2. PT Bungasari Flour Mills: Memiliki fasilitas produksi strategis, termasuk di Cilegon. 3. PT Wilmar Indonesia: Beroperasi dengan fasilitas skala besar di Gresik. 4. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU): Mengoperasikan pabrik yang berpusat di wilayah Gresik dan Medan. 5. PT Sriboga Flour Mill: Berpusat di Semarang dan menjadi salah satu produsen terigu terkemuka. 6. PT Eastern Pearl Flour Mills: Memproduksi berbagai merk terigu yang pabriknya berlokasi di Makassar.
Data
terkini dari asosiasi industri menunjukkan bahwa sekitar 68% hingga 70% dari
pasokan tepung terigu nasional diserap oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM). Pemenuhan kebutuhan bahan baku didukung oleh fasilitas
penyimpanan gandum berkapasitas ratusan ribu ton di berbagai pelabuhan utama
nusantara.
Pada tahun 2026, total
volume produksi tepung terigu di Indonesia diperkirakan berkisar antara 6,6
juta hingga 7 juta metrik ton per tahun. Angka ini sangat bergantung pada
pasokan bahan baku biji gandum impor, mengingat gandum tidak dapat ditanam
secara massal di dalam negeri.
Kapasitas dan tren industri 2026 : 1. Ketergantungan impor: Untuk memproduksi jutaan ton terigu tersebut, Indonesia mengimpor lebih dari 9 juta ton biji gandum per tahun. Gandum ini diolah oleh berbagai pabrik penggilingan tepung di dalam negeri. 2. Ekspansi pabrik: Untuk memenuhi lonjakan permintaan domestik dan pasar ekspor, produsen nasional terus meningkatkan kapasitas produksi mereka. Contohnya, PT Serara Indonesia Tbk (TRGU) telah menambah kapasitas pabriknya menjadi 2.200 ton per hari. 3. Pemain utama: Produksi terigu didominasi oleh perusahaan besar nasional seperti Bogasari (divisi PT Indofood Sukses Makmur Tbk) dan PT Manunggal Perkasa, yang beroperasi 24 jam untuk memproduksi ribuan ton per hari.
Kapasitas produksi terpasang
Kapasitas terpasang industri tepung terigu nasional
pada tahun 2026 diperkirakan mencapai kisaran 11,8 juta hingga 12 juta ton per
tahun yang dioperasikan oleh lebih dari 30 pabrik. Tingkat utilitas atau
operasional pabrik rata-rata berada di angka 75% - 80% untuk memenuhi tingginya
konsumsi domestik.
Kapasitas ini didorong oleh ekspansi sejumlah produsen utama untuk mengantisipasi lonjakan permintaan: 1. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU): Melakukan penambahan mesin produksi baru di pabriknya, sehingga kapasitasnya meningkat menjadi 2.200 ton per hari. 2. Bogasari (PT Indofood Sukses Makmur Tbk): Terus memperluas kapasitas operasionalnya di berbagai wilayah, termasuk pabrik di Tangerang.
Seluruh kebutuhan bahan baku gandum untuk kapasitas produksi tersebut masih bergantung pada impor dari berbagai negara seperti Australia, Kanada, dan Ukraina.
Gambar 1 - Peta industri tepung terigu di Indonesia
DAFTAR ISI
BAB I - PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
1.2. Tujuan dan ruang lingkup
1.3. Sumber data dan informasi
BAB II - PERKEMBANGAN EKONOMI DAN PENDUDUK INDONESIA
2.1. Perkembangan ekonomi Indonesia
2.2. Perkembangan penduduk Indonesia
BAB III - TEORI PENGEMBANGAN TANAMAN GANDUM
3.1. Gandum
3.1.1. Sejarah penanaman gandum di Indonesia
3.1.2. Klasifikasi gandum
3.1.3. Morfologi biji
3.1.4. Keunggulan dan manfaat gandum
3.1.6. Potensi pasar gandum
3.2. Proses pembuatan tepung terigu
3.3.1. Arah perkembangan gandum Indonesia
3.4. Strategi penanaman gandum di Indonesia
BAB IV - PERKEMBANGAN INDUSTRI TEPUNG TERIGU
DIDORONG SEKTOR PENGGUNANYA
4.1. Pengguna tepung terigu di Indonesia
4.2. Profil UKM pengguna terigu nasional
4.3. Struktur industri pengguna terigu nasional
4.4. Pangsa pasar industri tepung terigu Indonesia
4.5. Perkembangan industri mie instant
4.5.1. Indonesia menjadi konsumen mi instan terbesar kedua di dunia
4.5.4. Profil produsen mie instant di Indonesia
4.5.5. Pertumbuhan mi instan Indonesia kalahkan China
4.5.6. Perkembangan kapasitas produksi mie instant, 2022-2026
4.5.7. Perkembangan realisasi produksi mie instant, 2022-2026
4.5.8. Perkembangan utilisasi produksi mie instant, 2022-2026
4.5.9. Perkembangan volume ekspor mie instant, 2022-2026
4.5.10. Perkembangan nilai ekspor mi instan, 2022-2026
4.5.11. Perkembangan volume impor mie instant, 2022-2026
4.5.12. Perkembangan nilai impor mi instant, 2022-2026
4.5.13. Perkembangan tenaga kerja di sektor mie instant, 2022-2026
4.5.14. Perkembangan ekspor mie instant menurut negara tujuan, 2022-2026
4.5.15. Perkembangan impor mie instant menurut negara asal, 2022-2026
4.5.16. Pangsa pasar mi instant Indonesia
4.6. Perkembangan industri biskuit Indonesia
4.6.1. Produk biskuit Indonesia tempati posisi 11 di pasar global
4.6.2. Produsen biskuit dan kapasitas produksinya
4.6.3. 5 brand biskuit dan kue kering terlaris di e-commerce
4.6.4. Top Brand Index (TBI) merupakan indikator kekuatan sebuah merek
4.6.6. Sektor makanan minuman tumbuh 6,15%, industri biskuit stabil
4.6.7. Perkembangan kapasitas produksi biskuit, 2022-2026
4.6.8. Perkembangan realisasi produksi biskuit, 2022-2026
4.6.9. Perkembangan utilisasi produksi biskuit, 2022-2026
4.6.10. Perkembangan volume ekspor biskuit, 2022-2026
4.6.11. Perkembangan nilai ekspor biskuit, 2022-2026
4.6.12. Perkembangan volume impor biskuit, 2022-2026
4.6.13. Perkembangan nilai impor biskuit, 2022-2026
4.6.14. Perkembangan tenaga kerja di sektor biskuit, 2022-2026
4.6.15. Perkembangan ekspor biskuit menurut negara tujuan, 2022-2026
4.6.16. Perkembangan impor biskuit menurut negara asal, 2022-2026
BAB V - KONDISI PASAR DAN PROSPEK INDUSTRI TEPUNG TERIGU INDONESIA
5.1. Kondisi pasar
5.1.1. Ekspansi tepung terigu ditengah ketergantungan pada impor bahan baku gandum
5.1.3. Konsumsi tepung terigu Indonesia berdasarkan produk
5.1.4. Impor terigu ke Indonesia
5.1.5. Kapasitas terpasang industri tepung terigu nasional
5.1.6. Penjualan tepung Bogasari ditopang bisnis UMKM
5.1.7. Deretan penguasa bisnis tepung terigu di Indonesia
5.1.7.1. Profil Bogasari Flour Mills
5.1.7.2. Keunggulan Bogasari
5.1.7.3. Daftar produk tepung Bogasari
5.1.7.4. Daftar pesaing Bogasari
5.1.8. MBG dorong konsumsi tepung terigu, produsen belum perlu tambah kapasitas
5.1.9. Indonesia impor gandum dari Amerika Serikat sebanyak 1 juta ton
5.1.10. Ketersediaan premiks fortifikan pengaruhi stok tepung terigu
5.1.11. Permendag terbitkan penerapan aturan baru, tepung terigu bakal langka dan harga melambung naik
5.1.12. Ramadhan 2026, penjualan terigu tumbuh 3 persen, UMKM jadi penopang utama
5.1.13. Triwulan I-2026 nilai ekspor industri makanan dan minuman USD 3,16 miliar
5.1.14. UMKM dongkrak pasar terigu nasional, penjualan Bogasari tumbuh di awal 2026
5.1.15. SNI wajib bagi seluruh industri terigu nasional, Permendag No.36/2023 menjadi kendala
5.1.17. Impor bahan terigu dipermudah, begini respons Bos Indofood
5.1.19. Industri terigu diyakini tumbuh lebih stabil daripada industri makanan dan minuman
5.1.20. Daftar pengusaha yang kuasai pasar tepung terigu di Indonesia
5.1.21. Modifikasi tepung singkong, bisa menggantikan terigu
5.1.22. Mocaf - Primadona tepung, alternatif pengganti terigu
5.2. Prospek pengembangan pemasaran tepung terigu lokal
5.2.2. Jalur distribusi terigu nasional
5.2.3. Pasar terigu nasional
5.2.4. Pangsa pasar terigu nasional
5.2.5. Top 10 produsen terigu dunia
5.2.6. Total investasi industri terigu nasional
5.2.7. Dukung kemandirian pangan, BRIN bahas potensi mocaf sebagai alternatif terigu
5.2.8. Penjualan dan market share tepung terigu
5.2.9. Sektor usaha pengguna tepung terigu
5.2.10. PT. Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) proyeksi tren konsumsi tepung terigu Indonesia meningkat
5.3. Anomali pasar tepung Indonesia di tahun 2025 dan prospek di tahun 2026
5.3.1. Realitas substitusi, perang harga yang belum usai
5.3.2. Prospek di tahun 2026
5.3.3. Tren artisan
5.3.4. Outlook di tahun 2026
5.3.5. Impor terigu
5.3.6. Wilmar sampai Bogasari, ini 7 perusahaan terigu terancam aturan impor
5.4. Permasalahan pembangunan pertanian di Indonesia
5.4.1. Gandum tropis perlu dana investasi Rp 14 triliun untuk lahan 2 juta hektar
5.4.2. Kenaikan harga gandum masih wajar, biaya produksi terigu belum terpengaruh
5.4.3.1. Bogasari dan isu monopoli penggilingan gandum
5.4.3.2. Dampak masuknya komoditi biji gandum
5.5. Perkembangan industri tepung terigu di Indonesia
5.5.1. Perkembangan kapasitas produksi terpasang tepung terigu, 2022-2026
5.5.2. Perkembangan realisasi produksi tepung terigu, 2022-2026
5.5.3. Perkembangan konsumsi tepung terigu, 2022-2026
5.5.4. Perkembangan nilai ekspor tepung terigu, 2022-2026
5.5.5. Perkembangan volume ekspor tepung terigu, 2022-2026
5.5.6. Perkembangan volume impor tepung terigu, 2022-2026
5.5.7. Perkembangan nilai impor tepung terigu, 2022-2026
5.5.8. Perkembangan nilai ekspor tepung terigu menurut negara tujuan, 2022-2026
5.5.9. Perkembangan nilai impor tepung terigu menurut negara asal, 2022-2026
5.6. Overview industri tepung terigu nasional
5.6.1. Peta lokasi industri tepung terigu Indonesia
5.6.2. Daftar produsen terigu nasional
5.6.3. Daftar produsen tepung terigu baru yang akan berdiri
5.6.4. Konsumsi terigu Indonesia
5.6.5. Struktur industri pengguna terigu nasional
5.6.6. Profil pengguna akhir tepung terigu
5.6.7. Data impor gandum Indonesia
5.6.8. Tepung terigu impor Indonesia
5.6.9. Negara asal tepung terigu impor Indonesia
5.6.10. Tepung terigu ekspor Indonesia
5.6.11. Negara tujuan tepung terigu ekspor Indonesia
5.6.12. Perbandingan harga gandum dan terigu impor
5.6.13. Grafik harga tepung terigu segitiga
5.6.14. Ekspor menurut produk Indonesia
5.6.15. Ekspor produk Indonesia menurut negara tujuan
5.6.16. Data ekspor produk turunan tepung terigu
5.6.17. Daftar anggota APTINDO
5.7. Tepung terigu sebagai bahan baku pakan ternak
5.7.1. Industri pakan ternak mendukung industri peternakan
5.7.2. Produsen pakan ternak dan kapasitas produksinya
5.7.3. Konsumsi pakan ternak Indonesia, 2022-2026
5.7.5. Pemain utama industri pakan ternak
5.7.6. Perkembangan kapasitas produksi pakan ternak, 2022-2026
5.7.7. Perkembangan realisasi produksi pakan ternak, 2022-2026
5.7.8. Perkembangan utilisasi produksi pakan ternak, 2022-2026
5.7.9. Perkembangan volume ekspor pakan ternak, 2022-2026
5.7.10. Perkembangan nilai ekspor pakan ternak, 2022-2026
5.7.11. Perkembangan nilai impor pakan ternak, 2022-2026
5.7.12. Perkembangan volume impor pakan ternak, 2022-2026
5.7.13. Perkembangan ekspor pakan ternak menurut negara tujuan, tahun 2022-2026
5.7.14. Perkembangan impor pakan ternak menurut negara asal, tahun 2022-2026
BAB VI - APTINDO PILAR PENTING INDUSTRI TEPUNG TERIGU NASIONAL
6.1. Peran strategis APTINDO dalam pembangunan ekonomi
6.2. Pembentukan asosiasi produsen tepung terigu Indonesia
6.3. Visi dan misi APTINDO
6.4. Dinamika industri tepung terigu di Indonesia
6.4.1. Ketergantungan pada impor gandum
6.4.2. Kapasitas produksi dan pemain industri
6.4.3. Konsumsi tepung terigu dan tren pasar
6.4.4. Rantai pasok gandum dan logistik
6.4.4.1. Sourcing gandum dari pasar global
6.4.4.2. Peran pelabuhan dan infrastruktur logistik
6.4.4.3. Manajemen risiko dalam rantai pasok global
6.4.5. Proses produksi, inovasi, dan standarisasi
6.4.5.1. Teknologi penggilingan modern
6.4.5.2. Inovasi produk dan fortifikasi
6.4.5.3. Standarisasi dan kontrol kualitas
6.4.6. Regulasi dan kebijakan pemerintah
6.4.6.1. Peran APTINDO dalam perumusan kebijakan
6.4.6.2. Standar Nasional Indonesia dan keamanan pangan
6.4.6.3. Kebijakan perdagangan dan industri
6.4.7. Distribusi, pemasaran, dan konsumen
6.4.7.1. Jaringan distribusi yang luas
6.4.7.2. Strategi pemasaran dan segmentasi pasar
6.4.7.3. Peran konsumen dalam dinamika pasar
6.4.8. Tantangan dan adaptasi industri tepung terigu
6.4.8.1. Volatilitas harga gandum global
6.4.8.2. Persaingan industri yang ketat
6.4.8.3. Perubahan iklim dan keberlanjutan
6.4.8.4. Pergeseran pola konsumsi dan tuntutan konsumen
6.4.9. Kontribusi APTINDO terhadap ketahanan pangan nasional
6.4.9.1. Penyedia bahan pangan pokok
6.4.9.2. Dukungan terhadap UMKM kuliner
6.4.9.3. Penciptaan lapangan kerja
6.4.9.4. Kontribusi terhadap PDB dan pajak
6.4.10. Masa depan industri dan peran APTINDO
6.4.10.1. Prospek pertumbuhan dan diversifikasi produk
6.4.10.2. Transformasi digital dan efisiensi
6.4.10.3. Fokus pada keberlanjutan dan tanggungjawab sosial
6.4.10.4. Kolaborasi dengan pihak lain
6.4.11. APTINDO sebagai pondasi industri pangan Indonesia
BAB VII - PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR
7.1. Panorama industri tepung terigu Indonesia
7.3. Tepung mocaf, solusi atasi ketergantungan impor terigu
7.4. Impor biji gandum dan meslin menurut negara asal utama, 2021-2025
7.5. Permintaan tinggi, impor gandum tembus 9,45 juta ton hingga September 2024
7.6. Perkembangan impor gandum
7.6.1. Impor gandum menurut nilai (US $), 2022-2026
7.6.4. Alur distribusi impor gandum
7.7. Perkembangan impor tepung terigu
7.7.1. Impor tepung terigu menurut nilai (US $), kode HS 11010011 dan 11010019, tahun 2022-2026
BAB VIII - FORTIFIKASI TEPUNG TERIGU
8.1.1. Masalah gizi di Indonesia
8.1.2. Perkembangan konsumsi terigu
8.1.3. Pabrik tepung terigu
8.1.4. Impor fortifikan
8.1.5. Ekspor tepung terigu
8.1.6. Perjalanan panjang fortifikasi wajib tepung terigu
8.1.7. Investasi di bidang industri tepung terigu senantiasa naik
BAB IX - PERATURAN PELABELAN, PETISI BEA MASUK ANTI DUMPING TERIGU
9.1. Peraturan pelabelan tepung terigu ke berbagai negara
9.2. Petisi bea masuk anti dumping (BMAD) terigu asal Turki
BAB X - PROBLEMATIKA BMAD TERIGU
10.1. Beberapa isu BMAD terigu asal Turki
10.2. Negara ASEAN yang memberlakukan fasilitas bea masuk 0%
10.3. Potret industri tepung terigu nasional di Indonesia
BAB XI - UPAYA MENGURANGI KETERGANTUNGAN TERHADAP PRODUK IMPOR
11.1. Keresahan terhadap gandum
11.2. Perkembangan gandum dan tepung terigu di Indonesia
11.3. Mengurangi produk impor
11.3.1. Kampanye sumber pangan pokok pengganti gandum
11.3.2. Kampanye konsumsi dan industri berbahan lokal
11.3.3. Kampanye green-ekologi
11.3.4. Penataan tata niaga dan adaptasi penanaman gandum
11.4. Pangan alternatif
11.5. Rekayasa genetik gandum dataran rendah
BAB XII - PROSPEK INVESTASI PADA INDUSTRI TEPUNG TERIGU
12.1. Indonesia semakin menarik untuk investasi
12.2. Empat investor tertarik membangun pabrik terigu
12.3. Investasi terus bertambah
12.4. PT Wilmar Indonesia, kejar pasar terigu pulau Jawa
BAB XIII - STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI)
13.1. Kronologi SNI tepung terigu
13.2. Mengapa perlu menerapkan SNI ?
13.3. SNI melindungi hak konsumen
13.4. SNI ampuh menghambat produk impor
13.5. Penerapan SNI harus disertai pengawasan
BAB XIV - PENUTUP
14.1. Kesimpulan
14.2. Saran
14.3. Proyeksi konsumsi tepung terigu di Indonesia pada 5 tahun mendatang
DIREKTORI (PROFIL PRODUSEN TEPUNG TERIGU)
SAMPLE OF DIRECTORY
ISM - BOGASARI FLOUR MILLS,
PT
A d d r e s s : Head Office & Factory (ies)
- Kompleks PT. ISM
Bogasari Flour Mills
Jl.
Raya Cilincing No.1 Tanjung Priok -
Jakarta Utara 14110
Phones -
(021) 4301048 (Hunting), 43920191
Fax. - (021) 4357775, 43920039
HP - 0807-1-800-888
Site - www. bogasari.com
E-mail - lagansa@bogasari.com
-
Jl. Nilam Timur No. 16 Tanjung Perak
Surabaya
60165, Jawa Timur
Phones - (031) 3293081, 3293085
Fax. - (031) 3291843
Contact Person : Layanan Pelanggan Bogasari "Lagansa"
Phones - (+62-807) 1 800 888, (+62-21) 4392
0250
Date
of Establishment : May 19th, 1969
Date of Operation Commencement : November 29th, 1971
Total Investment : a. Jakarta - Rp 846,948,000,000
b. Surabaya - Rp
191,379,000,000
P e r m i t s :
The Capital Investment Coordinating Board
(BKPM)
- No. 570/I/PMA/1999, 26 August 1999
- No. 315/III/PMA/2000,10 March 2000
- No. 820/III/PMA/2002, 1 August 2002
Ministry of Industry, Rep of Indonesia
- No. 346/T/Industri/2004
- No. 110/B.2/A.6/2004
- No. 26/P-IVT/2007
- No. 624/T/Industri/1999
- No. 157/T/Industri/2000
- No. 407/T/Industri/2004
Capitalization:
a. Authorized Capital-Rp 25,000 million
b. Issued Capital - Rp 6,250 million
c. Paid Up Capital - Rp
6,250 million
S t a t u s: Limited Liability Company
C a t e g o r y: Foreign Investment (PMA) Company
Condition of Company : Good
Line of Business: Wheat flour manufacturers
Products: Manufacture of flour and starch,
animal feed, wheat bran, wheat pollard,
macaroni and sweet potato flour and others
Brands: Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru,
Cakra Kembar Emas, Lencana Merah, Taj Mahal, and others
No. of Prod. Lines: 2
No. of R&D Staff: 25-50 Peoples
No. of QC Staff: 10-20 Peoples
Production Capacity:
Jakarta Factory
· Wheat flour - 2,450,250 MT
· Wheat pollard - 65,340 MT
· Wheat bran - 751,410 MT
· Pasta (macaroni) - 55,800 MT
· Cassava flour - 600 MT
Surabaya Factory
· Wheat flour - 1,169,928 MT
· Wheat pollard - 57,997 MT
· Wheat bran - 3,711,979 MT
· Pasta (macaroni) - 0 MT
·
Potato flour - 0 MT
Total milling capacity of: 3.2 million tons per year
Main Shareholders /Parent
company:
a. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. of Indonesia
b. Purply Holding B.V. of
Netherland
Total Employees: + 3,500 peoples
Main Markets: Domestic & Export
B a n k e r s: a. PT Bank Central Asia, Tbk.
b. PT Bank Negara Indonesia, Tbk.
c. PT Bank Mandiri, Tbk.
Certificate:
ISO 9001 (Quality Management System),
ISO 14001 (Environmental Management System),
ISO 22000 (Food Safety Management System) and
OHSAS 18001 (Health and Safety Management Systems
Work)
Supervisory Board:
Chairman : Mr. Manuel Velez P.
Member (s) :
- Mr. Benny Setiawan S.
- Mr. Edward Anthony T.
- Mr. Ibrahim Risjad
- Mr. Albert del Rosario
Board of Management:
President Director : Mr. Anthony Salim
Vice President Director :
Mr. F. Welirang
Director (s) :
- Mr. Darmawan Sasito
- Mr. Aswan Tukiarty
- Mr. Tjhie Fie
Group: INDOFOOD
Member: APTINDO
Associated Companies:
a. Member of The INDOFOOD Group
b. PURPLY HOLDING B.V. of Netherlands (Investment Holding)
R E M A R K S :
Bogasari has been a major force in the
Indonesian food industry for more than three decades. It is not only the
largest integrated flour miller in Indonesia but is also the largest
installation of its type in a single location anywhere in the world. Bogasari’s
two flour mills are in Jakarta and Surabaya.
In its operation, the group is
supported by shipping operation with seven vessels - 2 of the panamax type and
5 of the handymax type. These are used partly to transport wheat from both the
southern and northern hemispheres. In addition, the group also operates a
textile facility, producing polypropylene bags for our flour.
Bogasari produced variety of wheat
flour for different purposes under prominent brands, among others Segitiga
Biru, Kunci Biru, and Cakra Kembar. Bogasari brands symbolized quality and are
the preferred brands for both industrial customers and consumer.
Bogasari is also the largest pasta
producer, not only in Indonesia but also in South East Asia. In Indonesia,
Bogasari’s pasta is marketed under La Fonte brand, the market leader for pasta,
renowned for its quality and excellent taste. Bogasari also exports its pasta
products to various countries, including the Philippines, Korea and Japan.
History
There are so many milestones that mark the growth
Bogasari.
There are so many colors of ink etched complementary
products and services are continually improved the quality and quantity
according to the needs and market demand. There are so many moments and events
are recorded, maybe even escape from our records.
Bogasari factory in Tanjung Priok, Jakarta commenced
operations on 29 November 1971. A year later, on July 10, 1972, performed the
inauguration Bogasari factory in Tanjung Perak, Surabaya. Currently Bogasari
has two factories located in Jakarta and Surabaya with a total milling capacity
of 3.2 million tons per year.
Bogasari flour produces a variety of quality for a
variety of needs and are marketed under a variety of major brands include
Chakra Twins, Blue Triangle, and Blue Key. The main brands are brands that have
an established, well known and close to the heart of consumers. In order to
answer the needs of consumers in various types of wheat for a variety of food,
Bogasari make breakthroughs and develop a range of other brands such as Chakra
Gold Twins, Red Badge, Taj Mahal and others.
Wheat flour is available in various parts of Indonesia
through more than 40 depots spread over various regions.
In 1991, the business has expanded by establishing
Bogasari pasta factory in the Jakarta area Bogasari factory that produces the
type of Italian food such as spaghetti, macaroni, fettucini, and others, which
are marketed under the brand La Fonte. In addition to meeting the needs of
domestic consumption, a range of pasta products are also exported to foreign
countries.
FORMULIR PEMESANAN
ORDER FORM
Kirimkan kepada kami buku/Send us the book:
“STUDI TENTANG KONDISI PASAR DAN PROSPEK INDUSTRI TEPUNG TERIGU DI INDONESIA”, 2026
"STUDY ON THE MARKET CONDITIONS AND PROSPECTS OF WHEAT FLOUR INDUSTRY IN INDONESIA”, 2026
Silahkan pilih versi buku anda
Please select the version of your book
Versi/version : √ ( ) Indonesia atau/or ( ) English
Tanggal Pemesanan : ……………………
Booking date
Nama Pemesan : ……………………
Name of buyer
Jabatan : ……………………
Position
Nama Perusahaan : ……………………
Name of Company
Alamat Perusahaan : ……………………
Company Address
Telepon/Fax : ……………………
Phone/Fax
e-mail : ……………………
Hubungi kami / Contact Us :
DENI SILALAHI (Marketing Department) “Commercial Global Data Research”
Address: Sukamanah RT.
04/06 Cisaat, Sukabumi, West Java –
Phone: +62 0857-9392-9829, WA : +62 0899-0905-421, e-mail: cg.dataresearch@gmail.com
Pembayaran melalui: Cash Cheque Transfer
Payment via
Nama Bank: BANK OCBC NISP
Bank name
Nomor Rekening: 14081015480-1
Account number
Rekening atas nama: ROHIYAH
Account in the name
Buku pesanan anda akan segera kami kirim setelah ada konfirmasi dari pihak pemesan.
Book your order will immediately tell us when there is confirmation from the buyer
Terima kasih atas kepercayaan anda bermitra dengan kami.
Thank you for the trust you partner with us.
Hormat
kami/sincerely
Pemesan/buyer,
_______________________















