Blogger templates

Saturday, November 19, 2022

PENAWARAN BUKU STUDI TENTANG KONDISI PASAR DAN PROSPEK INDUSTRI PULP DAN KERTAS DI INDONESIA, 2022


STUDI TENTANG KONDISI PASAR DAN PROSPEK 
INDUSTRI PULP DAN KERTAS DI INDONESIA, 2022


Indonesia or English Version

Latar belakang Commercial Global Data Research
Pelanggan yang kami cintai.  Salam sejahtera.
Semoga kita semua ada dalam lindungan Tuhan.

Kami adalah sebuah lembaga konsultan, survey, riset dan pelaporan di bidang data riset secara global, menyajikan berbagai informasi bisnis aktual yang meliputi sektor Industri manufaktur, pertambangan, perbankan, asuransi, studi kelayakan, dan jasa riset lainnya.

Kami hadir sebagai mitra konsultan anda, untuk memberikan informasi aktual yang diperlukan guna menentukan arah kebijakan dalam mengembangkan perusahaan anda.  Salah satu produk buku studi yang kami tawarkan kepada anda adalah “Buku Studi tentang Kondisi Pasar dan Prospek Industri Pulp dan Kertas di Indonesia, 2022.

Kami tawarkan buku tersebut kepada anda seharga Rp. 8.000.000 (Delapan juta rupiah), guna membantu para pelaku bisnis pada industri pulp dan kertas, membantu para investor, membantu pihak perbankan atau kreditor, dan pihak lainnya yang terkait, dengan cara melihat peta kekuatan diantara para pesaing/partner anda, baik pesaing dari luar negeri maupun dari dalam negeri, mempelajari perkembangan ekspor dan impor produk pulp dan kertas di Indonesia, mengetahui hambatan dan peluang bagi perusahaan yang kondisinya berfluktuasi, mengetahui main market dari setiap perusahaan pulp dan kertas, mengetahui pangsa pasar luar negeri, mengetahui susunan direktur dan komisaris, serta informasi lainnya yang perlu diketahui. (terlampir contoh profil perusahaan).

Seberapa besar kontribusi perusahaan anda dalam meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi pesanan dari para buyer baik lokal maupun internasional, mencermati setiap peluang yang ada, dan diharapkan dengan memiliki buku ini, perusahaan anda menjadi lebih produktif, efisien, lebih maju dan bersaing secara sehat. 

Kata Pengantar

Industri agro memiliki peranan strategis dalam struktur industri dan ekonomi Indonesia.  Hal ini dapat dilihat dari kontribusi industri agro dalam PDB, ekspor, dan penyerapan tenaga kerja.  Peranan lainnya adalah dalam hal mendukung ketahanan pangan, mendukung pengembangan ekonomi dan pemerataan industri ke seluruh wilayah Indonesia.

 Perkembangan industri selama ini telah menunjukkan kemajuan-kemajuan, namun belum optimal sebagaimana diharapkan.  Hal ini disebabkan berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi, antara lain:

1. Masih berbasis comparative advantage;

2. Kelangkaan bahan baku, karena banyak diekspor dalam bentuk produk primer;

3. Persaingan yang semakin ketat;

4. Adanya hambatan tarif dan non tarif, sehingga masih diperlukan upaya pengembangan melalui berbagai kebijakan dan program yang efektif

 

Khusus untuk industri pulp dan kertas di Indonesia, dewasa ini sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat sejalan dengan meningkatnya konsumsi pemakaian pulp dan kertas. Perkembangan industri ini akan terus meningkat dan ditunjang pula oleh keberadaan Indonesia yang memiliki keunggulan komparatif, antara lain adanya potensi hutan yang luas untuk penyediaan kayu sebagai bahan baku. Potensi ini akan bertambah dengan adanya program pembangunan. Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kini sedang digalakkan pelaksanaannya. Demikian pula tersedianya bahan baku serat bukan kayu yang cukup melimpah.

Industri pulp dan kertas juga merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dan merupakan produk unggulan dalam menunjang perekonomian Indonesia. Ada 3 alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini, Pertama:  produk pulp dan kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar; Kedua: komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30%; dan Ketiga:  produk pulp dan kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar ekspor. Sehingga dalam masa krisis ekonomi global yang dihadapi Indonesia saat ini, industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara.

Pentingnya industri pulp dan kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya. Sampai saat ini industri pulp dan kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. Dalam hal bahan baku misalnya, Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar, karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Sehingga bahan baku (kayu) untuk pembuatan pulp dan kertas tersedia banyak di Indonesia. Begitu juga dalam hal tenaga kerja, angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. Keunggulan komparatif tersebut sebagai akibat dari kondisi alam dan demografi. Tetapi keuntungan komparatif belum merupakan syarat cukup untuk bisa bersaing dimasa mendatang. Untuk mampu berkompetisi dengan industri sejenis dari negara lain dimasa mendatang, maka keunggulan komparatif harus ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif ini akan lebih mengandalkan kepada inovasi produk, proses dan jasa, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, perluasan pasar serta benchmarking dengan perusahaan bereputasi internasional.

Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri, masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen pulp dan kertas Indonesia. Meskipun demikian, beberapa (group) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri, terutama pasar Asia, dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Kelompok Sinar memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di Singapura, China, Malaysia, dan India. Begitu juga dengan keluarga Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd). Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka.

Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama pada pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) sejak tahun 2003, dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010 yang lalu. Pasar bebas tersebut memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia, dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional. 

Saat ini, Indonesia berpotensi untuk menjadi produsen 3 besar dalam industri pulp dan kertas di dunia, antara lain karena produksi pulp dan kertas di tanah air diuntungkan oleh berbagai kondisi alam dan geografis di khatulistiwa ini. Saat ini Indonesia menempati peringkat 11 dunia untuk industri kertas dan peringkat 9 dunia untuk industri pulp.

Indonesia diuntungkan karena letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa yang rata-rata memiliki pepohonan yang tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan di negara-negara yang berada di daerah dingin, sehingga tersedia hutan yang luas sebagai sumber bahan baku, selain itu Indonesia juga berada di tengah-tengah Asia yang sedang berkembang menjadi raksasa ekonomi baru yang menjadi pasar terbesar pulp dan kertas dunia dimasa depan.

Persaingan global dalam bisnis pulp dan kertas sangat tinggi dan persyaratan lingkungan yang diterapkan juga semakin lama semakin ketat. Apalagi program hemat energi dan ramah lingkungan sekarang ini telah menjadi tuntutan bisnis, karena negara-negara tujuan ekspor dan para pembeli produk semakin menuntut adanya pulp dan kertas yang diproduksi dari sumber yang legal, yang dilengkapi dengan sertifikasi resmi mengenai legalitasnya.

Tahun 2013 ekspor kertas dari Indonesia telah diwarnai dengan tuduhan dumping, karena harga kertas Indonesia sangat kompetitif di beberapa negara tujuan ekspor. Setiap tahun selalu ada negara tujuan ekspor kertas Indonesia yang melakukan tuduhan dumping. Industri kertas dan pemerintah terus melakukan perlawanan, antara lain melalui lembaga internasional seperti WTO.

Perlawanan juga dilakukan langsung terhadap negara-negara penuduh, karena apabila negara tujuan ekspor berhasil mengenakan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap suatu jenis kertas, dikhawatirkan tuduhan dumping akan berkembang kepada jenis-jenis kertas dan komoditi ekspor Indonesia lainnya.

Indonesia telah menjadi bulan-bulanan tuduhan dumping dari negara-negara tujuan ekspor kertas. Meskipun sebagian besar tuduhan tersebut dapat dipatahkan, tetapi untuk menghadapi tuduhan tersebut memakan waktu, tenaga, dan biaya. Industri kertas Indonesia juga harus menghadapi pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Countervailing Duty (CVD), dimana negara-negara pesaing tidak mau mencabutnya, seperti yang terjadi terhadap ekspor kertas tulis-cetak ke Korea Selatan dan kertas koran ke Malaysia. Kedua negara tersebut tetap mengenakan BMAD meskipun sudah melewati batas waktu 5 tahun yang ditetapkan WTO.

Baru-baru ini, APKI meminta dukungan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian agar mencermati banyaknya perjanjian perdagangan antara negara di dunia seperti PTA (Preferential Trade Agreement) dan FTA (Free Trade Agreement), apakah berpotensi memberikan dampak negatif atau positif terhadap neraca perdagangan Indonesia. 

Misalnya PTA Pakistan-China, ternyata Pakistan memberikan penurunan bea-masuk terhadap kertas dari China. Tetapi karena belum ada PTA Pakistan - Indonesia, kertas Indonesia ke Pakistan tetap dikenakan bea-masuk normal. Nilai ekspor kertas Indonesia ke Pakistan dalam beberapa tahun ini sekitar USD55 juta/tahun. Sementara itu dengan PTA Pakistan-China, Pakistan mengenakan bea-masuk terhadap kertas packaging China sebesar 17%, sedang untuk kertas packaging ex. Indonesia dikenakan bea masuk normal sebesar 40%. Dengan ditandatanganinya PTA Pakistan-China dapat diperkirakan pembeli kertas Pakistan akan lebih memilih mengimpor kertas dari China, dibandingkan dari Indonesia.

Peta penyebaran lokasi industri pulp dan kertas Indonesia

Dari segi penyebaran lokasi industri, terlihat bahwa saat ini sektor industri kertas  terkonsentrasi di wilayah Jawa, hal ini dapat dipahami karena Jawa merupakan pusat ekonomi dan bisnis, terutama Jawa Barat dan Jawa Timur terdapat 64 perusahaan, yang terdiri dari industri pulp dengan total kapasitas 340.000 ton (5,3 %) dan industri kertas dengan total kapasitas 8.550.440 ton (85,2 %). Di Jawa, kapasitas industri kertas lebih besar dibanding pulp, karena pabrik-pabrik kertas besar berlokasi di Jawa seperti PT. Indah Kiat Pulp & Paper (Serang, Banten), PT. Tjiwi Kimia (Sidoarjo, Jawa Timur).

Sebaliknya Sumatera adalah pusat industri pulp, dari 14 perusahaan yang ada, total kapasitas industri pulp mencapai 5.552.000 ton, sedangkan total kapasitas industri kertasnya hanya 1.491.140 ton. Salah satu perusahaan pulp terbesar yaitu PT. Riau Andalan Pulp & Paper yang berlokasi di Riau.

Dengan adanya peraturan pemerintah mengenai larangan membangun industri pulp di Jawa dengan pertimbangan penduduknya sangat padat, maka wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua yang memiliki lahan cukup luas memiliki potensi besar untuk pengembangan  industri pulp dan kertas dimasa yang akan datang. Hal ini mengingat pabrik pulp adalah pabrik berskala besar dan mempunyai potensi untuk mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik atau jika terjadi kerusakan pabrik.


DAFTAR ISI

 

BAB I     PENDAHULUAN

1.1.     Latar belakang

1.2.     Tujuan dan ruang lingkup

1.3.     Sumber data dan informasi

1.4.     Struktur industri pulp dan kertas

1.5.     Pemain utama industri pulp dan kertas

1.6.     Aspek produksi

 

BAB II    PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENDUDUK INDONESIA

2.1.    Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

2.2.   Pertumbuhan penduduk Indonesia

2.3.    Bank dunia proyeksi pertumbuhan ekonomi global bakal terjun bebas 2022

 

BAB III   PULP DAN KERTAS ASAL HUTAN INDONESIA

3.1.   Sejarah pengelolaan hutan di Indonesia

3.2.   Fungsi hutan

3.3.   Kerusakan hutan Indonesia

 3.3.1.    Ekspansi industri pulp dan kertas besar-besaran

 3.3.2.    4 jagoan pulp dan kertas

 3.3.3.    Menelusuri jejak rusaknya hutan Indonesia

3.4.   Industri kehutanan membutuhkan momentum investasi

3.5.   Perkembangan pengelolaan hutan di Indonesia

3.6.   Pemanfaatan hutan alam terbesar di Kalimantan

3.6.1.    Kalimantan Timur memiliki hutan tanaman terbesar

3.7.  BUMN dominasi IUPHHK hutan alam

3.8.  Perusahaan chip mills memberikan tekanan lebih pada hutan-hutan dan  kehidupan di Kalimantan Selatan

3.8.1.    Kesenjangan pasokan

3.8.2.    Mengganti hutan dengan chip kayu

3.8.3.    Gambaran satu sisi untuk masyarakat desa-desa di pulau laut

3.8.4.    Dukungan internasional

3.9.   Jumlah perusahaan hak pengusahaan hutan menurut provinsi

3.10. Hutan Indonesia berkurang 2,1 hektar sepanjang tahun 2015-2020

3.11. Jumlah perusahaan hak pengusahaan hutan menurut pulau berdasarkan SK berlaku

3.12. Luas areal perusahaan hak pengusahaan hutan

3.13. Produksi kayu bulat oleh perusahaan hak pengusahaan hutan menurut jenis kayu

3.14. Sebaran hutan tanaman industri (HTI) di Indonesia

3.15. Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2019

3.16. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang hasil hutan

 

BAB IV   TEORI TENTANG INDUSTRI PULP DAN KERTAS

4.1.  Pengertian kertas       

4.1.1.    Sejarah kertas

4.1.2.    Nicholas Louis Robert, penemu proses pembuatan kertas

4.1.3.    Ukuran kertas

4.1.4.    Kertas washi

4.1.5.    Kertas daluwang

4.1.6.    Kertas Lontar

4.2.  Ruang lingkup industri pulp dan kertas

4.2.1.    Cakupan industri pulp

4.2.2.    Cakupan industri kertas

4.3.  Pengelompokan industri kertas

4.3.1.    Kelompok industri hulu

4.3.2.    Kelompok industri antara

4.3.3.    Kelompok industri hilir

4.3.4.    KBLI produk industri pulp dan kertas

4.4.  Standarisasi industri pulp dan kertas

 

BAB V    BAHAN BAKU DAN PROSES PEMBUATAN PULP & KERTAS

5.1.  Bahan baku

5.1.1.    Selulosa

5.1.2.    Jenis-jenis kertas

5.2.   Proses pembuatan pulp dan kertas

5.2.1.    Proses pembuatan bubur kertas (pulp)

5.2.2.    Proses pembuatan kertas (paper machine)

5.2.3.    Beberapa fakta untuk menghargai selembar kertas

5.2.4.    Pembuatan kertas basah-kering

5.2.5.    Pengeringan dalam mesin fourdrinier

5.2.6.    Aspek ekonomis        

 

BAB VI   KONDISI PASAR INDUSTRI PULP DAN KERTAS DI INDONESIA

6.1.  Serapan domestik dorong produksi pulp dan kertas

6.2.  Investasi baru industri pulp dan kertas mencapai Rp2,25 triliun

6.3.  Industri kertas PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk. mencapai ekspor 68 juta dolar AS saat pandemic

6.4.  Sentimen investasi industri kertas terdampak isu bahan baku

6.5.  Industrinya berdaya saing global, Kementerian Perindustrian perkuat SDM teknologi kertas

6.6.  Trend mengubah industri pulp dan kertas pada 2022

6.6.1.  Statistik dan proyeksi pertumbuhan industri pulp dan kertas pada tahun 2022

6.7.  Industri pulp dan kertas Indonesia berdaya saing kuat di dunia

6.8.   Menuju transparansi terbaik pada ekspor pulp di Indonesia

6.8.1.  Sektor pulp di Indonesia sudah besar dan semakin berkembang

6.8.2.  Deforestasi yang menurun dilatarbelakangi kekhawatiran akan dampak pada lahan gambut yang terus berlangsung

6.8.3.  Sektor pulp Indonesia didominasi oleh dua grup perusahaan

6.8.4.  Trase menawarkan tingkat transparansi yang belum pernah ada sebelumnya

6.8.5.  Komitmen nol-deforestasi membuahkan hasil, namun kekhawatiran masih ada untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat

6.9.   Kiprah APRIL Group di pasar kertas internasional

6.10. Mewujudkan industri pulp dan kertas yang berkelanjutan

6.11. APKI terus kawal pengembangan industri pulp & kertas

6.12. Produsen pulp dan kertas APRIL, targetnya di 10 tahun mendatang

6.13. Ciptakan ketenagakerjaan yang kondusif, Menteri Ketenagakerjaan kukuhkan APKI dan AMHI

6.14. Airlangga: Industri kertas jadi andalan ekspor Indonesia

6.15. Industri penghasil produk kayu olahan dan turunannya

6.16. Pabrik kertas dan bahan kertas jadi salah satu sektor yang mengalami peningkatan utilitas

6.17. APKI optimis, produksi kertas tahun ini tumbuh

6.18. Industri kemasan kertas diklaim bergerak semakin ramah lingkungan

6.19. ALDO targetkan produksi kertas coklat hingga 220.000 ton per tahun

6.20. Terhambat bahan baku, industri kertas terkoreksi 2,89 % pada tahun 2021

6.21. Serapan domestik dorong produksi pulp dan kertas

6.22. APKI mewujudkan industri pulp dan kertas berbasis Environment, Social and Governance (ESG)

6.23. Laba emiten kertas Sinar Mas tumbuh 27 % dalam 3 bulan

6.24. Industri pulp dan kertas sumbang devisa Rp 111,4 triliun di 2021

6.25. APRIL investasikan Rp 33 triliun bangun pabrik kertas kemasan berkelanjutan

6.26Pabrik kertas milik Prabowo terbesar di ASEAN

6.27. Daftar perusahaan industri pulp dan kertas, kapasitas terpasang dan jenis produk

 

BAB VII  PROSPEK DAN TANTANGAN INDUSTRI PULP DAN KERTAS INDONESIA

7.1.  Menilik potensi industri pulp dan kertas berkelanjutan sebagai penggerak perekonomian Indonesia

7.2.  Industri pulp dan kertas siapkan strategi bersaing di pasar global

7.3.  Kinerja positif, pulp dan paper masih jadi industri andalan ekspor

7.4.  Potensi pulp dan kertas Indonesia

7.4.1.    Potensi industri pulp dan kertas gerakkan ekonomi daerah

7.4.2.    Membuka peluang kerja

7.4.3.    Pengelolaan hutan secara bertanggungjawab

7.4.4.    Komitmen dunia usaha terhadap keberlanjutan

7.5.  Kementerian perindustrian tingkatkan mutu industri kertas lewat sumber daya manusia

7.6.  Industri pulp dan kertas Indonesia hadapi banyak tantangan global

7.7.  APKI terus kawal pengembangan industri pulp & kertas

7.8.  Produsen pulp & kertas targetnya di 10 tahun mendatang

7.9.  Tantangan tata kelola industri pulp dan kertas

7.10. Analisis SWOT pulp dan kertas

7.11. Strategi dan kebijakan

7.12. Kelembagaan

7.13. Daftar produsen board industrial

7.14. Daftar produsen cigarette paper

7.15. Daftar produsen corrugating medium

7.16. Daftar produsen joss paper

7.17. Daftar produsen kraft liner and fluting

7.18. Daftar produsen newsprint

7.19. Daftar produsen printing/writing uncoated

7.20. Daftar produsen printing/writing coated

7.21. Daftar produsen sack kraft (kertas semen)

7.22. Daftar produsen security paper

7.23. Daftar produsen speciality paper

BAB VIII  PERKEMBANGAN EKSPOR-IMPOR

8.1.    Kinerja industri kertas naik 3,91% pada kuartal II/2022

8.2.    Ekspor industri pulp dan kertas Indonesia mencetak angka dua digit

8.3.    Ekspor dan impor pulp dan kertas, Januari s/d. Agustus 2022

8.4.    Ekspor dan impor pulp dan kertas, Januari s/d. Desember 2021

8.5.    Ekspor dan impor pulp dan kertas, Januari s/d. Desember 2020

8.6.    Ekspor dan impor pulp dan kertas, Januari s/d. Desember 2019

8.7.    Ekspor dan impor pulp dan kertas, Januari s/d. Desember 2018

8.8.    Ekspor dan impor menurut komoditi, Januari s/d. Agustus 2022

8.9.    Ekspor dan impor menurut komoditi, Januari s/d. Desember 2021

8.10.  Ekspor dan impor menurut komoditi, Januari s/d. Desember 2020

8.11.  Ekspor dan impor menurut komoditi, Januari s/d. Desember 2019

8.12.  Ekspor dan impor menurut komoditi, Januari s/d. Desember 2018

8.13.  Ekspor dan impor menurut bulan, Januari s/d. Agustus 2022

8.14.  Ekspor dan impor menurut bulan, Januari s/d. Desember 2021

8.15.  Ekspor dan impor menurut bulan, Januari s/d. Desember 2020

8.16.  Ekspor dan impor menurut bulan, Januari s/d. Desember 2019

8.17.  Ekspor dan impor menurut bulan, Januari s/d. Desember 2018

8.18.  Perusahaan eksportir Pulp Indonesia

8.19.  Perusahaan eksportir Kertas Indonesia

 

BAB IX   REALISASI INVESTASI PADA INDUSTRI  PULP DAN KERTAS

9.1.  Investasi baru industri pulp dan kertas mencapai Rp 2,25 triliun

9.2.  APRIL Group berinvestasi Rp 33,4 triliun untuk fasilitas produksi paperboard

9.3.  Perkembangan realisasi investasi PMA dan PMDN pada industri kertas dan percetakan, 2022

9.4.  Perkembangan realisasi investasi PMA pada industri kertas dan percetakan, 2017-2021

9.5.  Perkembangan realisasi investasi PMDN pada industri kertas dan percetakan, 2017-2021


BAB X    ERA ECO-LABELING DAN OTONOMI DAERAH

10.1. Pengertian dari eco-labeling

10.2. Sejarah perkembangan ekolabel

10.3. Permasalahan dengan pengembangan agribisnis pulp dan kertas dalam era eco-labeling dan otonomi daerah

10.4. Produsen pabrik pulp dan kertas Indonesia yang telah menerapkan ekolabel

 

BAB XI   PERKEMBANGAN INDUSTRI PULP DAN KERTAS DUNIA

11.1. Produksi kertas global, 2013-2021

11.2. Permintaan kertas global, 2019-2021

11.3. Top 10 negara dengan net export kertas, 2020

11.4. Market share global pulp berdasarkan kategori, 2019

11.5. Makro ekonomi kertas Indonesia

11.5.1. Industri kertas dan barang dari kertas terhadap PDB Indonesia (%), 2018-2021

11.5.2. Indeks harga produsen industri kertas, 2018-2021

11.5.3. Pertumbuhan dan kontribusi kertas, 2014-2020

11.6. Supply kertas

11.6.1.  Produksi kertas di Indonesia

11.6.2.  Realisasi penggunaan bahan baku kayu bulat per jenis (000 m3)

11.6.3.  Kapasitas produksi kertas Indonesia, 2018-2021

11.6.4.  Penggunaan tenaga kerja kertas

11.7. Analisis risiko sektor kertas

11.8. Proses bisnis kertas

11.8.1.  Diagram supply chain industri kertas Indonesia

11.8.2.  Proses pembuatan pulp dan kertas

11.8.3.  Proses daur ulang kertas

11.9. Analisis keuangan industri kertas

11.9.1.Penjualan bersih industri kertas PT. Indah Kiat Pulp & Paper dan PT.Tjiwi Kimia, Tbk, 2018-2020

11.9.2.ROE Industri Kertas PT. Indah Kiat Pulp & Paper dan PT.Tjiwi Kimia, Tbk, 2018-2020

11.10. Industri pulp dan kertas Indonesia berpotensi masuk peringkat 3 dunia

11.11. Produsen kertas Tiongkok berinvestasi Rp 14 triliun di Indonesia

11.12. Kementerian Perindustrian dorong kebijakan industri dalam pengembangan EBT

11.13. Pemerintah dorong industri manufaktur berbasis ekonomi sirkular

11.14. Regulasi kertas nasional

11.15. Sebaran produksi kertas dunia

11.16. Sebaran produksi pulp dunia

11.17. Produksi kertas dunia berdasarkan jenisnya

11.18. Produsen paper & paperboard terbesar dunia

11.19. Produsen pulp terbesar dunia

11.20. Produksi pulp dunia berdasarkan jenis

11.21. Produksi sawn timber terbesar dunia

11.22. Produsen sawn timber terbesar dunia

11.23Peluang bisnis (sektor kertas dan pulp di India)

11.23.1.   Pasar berkembang untuk kertas

11.23.2.   Fokus

11.23.3.   Faktor dibalik pertumbuhan

11.23.4.   Ikhtisar Industri

11.24. Outlook sektor pulp dan kertas Kanada, 2011-2020

11.25. Industri pulp dan kertas di Brazil

11.26. Industri pulp dan kertas di China

 

BAB XII  KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA INDUSTRI PULP DAN KERTAS

12.1.   Green industry: pemerintah dorong penerapan industri hijau untuk pulp dan kertas

12.2.   SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. SK.101/2004 tentang Percepatan Pembangunan Hutan Tanaman untuk Pemenuhan Bahan Baku Industri Pulp dan Kertas

 

BAB XIII POTENSI KONSERVASI ENERGI DAN REDUKSI EMISI PADA BEBERAPA PRODUSEN INDUSTRI PULP DAN KERTAS

13.1.   Peluang penghematan energi pada industri pulp dan kertas

13.2.   Potensi konsumsi energi dan reduksi emisi pada industri pulp

13.2.1.    Tanjung Enim Lestari

13.2.2.    Toba Pulp Lestari

13.3.   Potensi konservasi energi dan reduksi emisi di industri kertas

13.3.1.    Adiprima Suraprinta

13.3.2.    Aspec Kumbong

13.3.3.    Bekasi Teguh

13.3.4.    Fajar Surya Wisesa

13.3.5.    Indah Kiat – Serang

13.3.6.    Pakerin

13.3.7.    Pindo Deli

13.3.8.    Pura Nusa Persada

13.3.9.    Pura Barutama

13.3.9.    Surya Zigzag

13.4. Potensi konservasi energi dan reduksi emisi di industri pulp dan kertas terpadu          

13.4.1.    Indah Kiat Perawang Pulp and Paper

13.4.2.    Lontar Papyrus

13.4.3.    Riau Andalan Pulp and Paper

 

BAB XIV  PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PULP KERTAS, DERIVAT SELULOSA DAN LINGKUNGAN

14.1.     Bidang sarana riset dan standardisasi

14.2.     Penelitian

BAB XV  LIMBAH INDUSTRI PULP DAN KERTAS

15.1.   Aturan limbah industri: Undang-Undang No. 32/2009 perlindungan dan pengelolaan lingkunga hidup tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

15.2.   Dunia usaha keberatan rancangan peraturan pemerintah limbah B3

15.3.   Asia Pulp dan Paper mempunyai teknologi penyaring air bersih IPAG60

15.4.   Pemanfaatan campuran limbah padat dengan lindi hitam sebagai bahan bio briket

15.5.   Konsep zero waste

 

BAB XVI  PENGGUNAAN BAHAN BAKU INDUSTRI PULP DAN KERTAS PADA PERUSAHAAN SKALA BESAR

16.1.   Fokus perhatian dunia pada HTI Indonesia

16.2.   Kawasan hutan dan pemanfaatannya

16.2.1.  Luas kawasan hutan Indonesia

16.2.2.  Trend perkembangan pembangunan IUPHHK-hutan alam dan hutan tanaman

16.3.   Industri pulp dan kebutuhan bahan baku

16.3.1.  Kebutuhan bahan baku untuk industri pulp RAPP dan IKPP

16.3.2.  Membandingkan kontribusi HTI dan hutan alam bagi PT. RAPP dan PT. IKPP           

16.4.  Pemenuhan bahan baku, dan kondisi hutan alam Riau

BAB XVII  PENUTUP

17.1.  Kesimpulan

17.2.  Rekomendasi kebijakan

17.3.  Implikasi kebijakan

17.4.  Prospek 5 tahun ke depan

RUJUKAN REGULASI



SAMPLE OF DIRECTORY


PT. ADIPRIMA SURAPRINTA

A d d r e s s                            :    Gedung Graha Pena Lt. 5

                                                    Jl. Ahmad Yani 88 Surabaya

                                                    East Java, Indonesia

                                                    Telp.       : +62-31-8202078/79/90

                                                    Fax.        : +62-31-8250002

                                                    E-mail     : marketingadp@adiprima.com

                                                                      adiprima@adiprima.com 

                                                    Site         : http://www.adiprima.com/

Land Area                               :   20 ha

Person in charge                     :   a. Mr. Ronny M. (Marketing)

                                                    b. Mr. Dodo Hantijartso

Date of Establishment            :    November 11, 1994

Date of Operation

Commencement                      :   Began production in July 1997

Sales Turnover                        :   Rp. 125 Billion

S t a t u s                                  :   Private Limited Company, Domestic Based Company

C a t e g o r y                           :   Domestic Investment Scheme

Condition of Company            :   G o o d

Line of Business                      :   Newsprint Paper Manufacturers

Products/Services                    :    Paper and Paperboard

Type of Products                      :    a. Newsprint Paper Gsm: 45 and 48.8

                                                      b. Writing and Printing Paper (SUPERPRIMA) Gsm: 45-80 gsm

Raw Materials                          :    a. Old New Paper (ONP)

                                                       b. Over Issue News Paper

                                                       c. Old Magazine (OMG)

                                                       d. Sorted White Ledger (SWL)

Production of Capacity             :    144,000 ton per year

Total Employees                        :   101 - 200 workers

Number of R&D Staff               :    5-10 workers

Main Markets                             :   Southeast Asia

Sales Percentage                        :    a. Jawa Pos                           : 20%

                                                        b. Jawa Pos Media Group     : 40% 

                                                        c. Export                                : 20%

                                                        d. Local                                  : 20%

Certificates/Awards                  :    Certificate of ISO 9001 : 2000 and October 2010 in the Grade

                                                        Up to ISO 9001: 2008

Board of Management              :     a. Mr. Dahlan Iskan (President Commissioner)

                                                        b. Mr. Misbahul Huda (President Director)

Group                                         :    JAWA POS

R E M A R K S  :

History

PTAdiprima Suraprinta is a subsidiary of Jawa Pos Group, which stands 11 November 1994 and began production in July 1997Paper Mill 1 begins with an installed capacity of 100 tons / day2002 Paper Mill building 2 with a capacity greater than 1 and Paper Mill began production in June 2003January 2011 started building the Paper Mill 3October 2007successfully got the certificate of ISO 9001:2000 and October 2010 in the Grade Up to ISO 90012008PTAdiprima Suraprintaoccupying an area of ​​20 hain the village of SumengkoWringinanom SubdistrictGresik regencyEast JavaThe distance is about 33 Km from Juanda International Air PortSurabaya.

Founded in 1994,  PT Adiprima Suraprinta was started to fulfill the newsprint demand of its parent company, PT Jawa Pos (which is now the second largest newspaper publishing company in Indonesia) The  first  machine, PM 1  began its  commercial  production in 1995 with a capacity of 150 MTS/day.

 

Overview

PT. Adiprima Suraprinta primarily produce “Newsprint Paper” and “Writing and Printing Paper“. Our paper machines were imported from Europe in which we have annual capacity about 130.000 tonnes (from total of 2 machines), comprising 110.000 tonnes of Newsprint Paper and the rest 20.000 tonnes of Writing and Printing Paper.

We always aims to be a quality and customer’s satisfaction oriented paper manufacturer. The company continuously puts significant resources into implementing advanced technology and improving product quality.

Here, we always think human resources as one of our critical success factors. Therefore, we never hesitate to improve on our human resources development. In order to improve human resources, we arrange different kinds of internal and external training programmes. All of our staff and workers always have opportunities to develop and continuously leverage on their abilities.

 

Location

The mill is located in Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Indonesia, around 33 kilometers apart from Juanda, Surabaya airport.


FORMULIR PEMESANAN

ORDER FORM

 

Kirimkan kepada kami buku : STUDI TENTANG KONDISI PASAR DAN PROSPEK INDUSTRI PULP DAN KERTAS DI INDONESIA”, 2022.

 

Send us the book                   :    "STUDY ON THE MARKET CONDITIONS AND PROSPECTS OF PULP AND PAPER INDUSTRY IN INDONESIA”, 2022.

 Silahkan pilih versi buku anda

Please select the version of your book

Versi/version : √   (     ) Indonesia  atau/or  (     ) English

 

Tanggal Pemesanan    : ………………………………………………………………

Booking date  

Nama Pemesan            : ………………………………………………………………

Name of  buyer           

Jabatan                        : ………………………………………………………………

Position  

Nama Perusahaan        : ………………………………………………………………

Name of Company     

Alamat Perusahaan      : ………………………………………………………………

Company Address                     

Telepon/Fax                : …………………………………………………………………

Phone/Fax

 

Email                            : …………………………………………………………………

 

Hubungi kami / Contact Us :

DENI SILALAHI (Marketing Department) 

Commercial Global Data Research

Address : Sukamanah RT. 04/06 Cisaat, Sukabumi, West Java – INDONESIA

Phone     : +62 085793929829, 08990905421;   E-mail: cg.dataresearch@gmail.com

 

Pembayaran melalui   :  √       (     Transfer   (     Cash    (     Cheque

Payment via 


Nama Bank                 :  BANK OCBC NISP

Bank name                     Cabang Sukabumi

 

Nomor Rekening        :  14081015480-1

Account number

 

Rekening atas nama   : ROHIYAH

Account in the name

 

Buku pesanan anda akan segera kami kirim setelah ada konfirmasi dari pihak pemesan.

Book your order will immediately tell us when there is confirmation from the buyer

 

Terima kasih atas kepercayaan anda bermitra dengan kami.

Thank you for the trust you partner with us.

 

Hormat kami/sincerely

Pemesan/buyer,

 


                                                                                                                           ( ....................... ).


0 comments:

Post a Comment